Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) optimistis produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bakal menjadi lokomotif untuk mengerakkan roda perekonomian perdesaan. Bukan tidak mungkin, jika di masa depan perekonomian nasional bertumpu pada Prukades dan BUMDes. Untuk itu pengelolaan BUMDes menjadi salah satu jalan utama pembangunan perekonomian Desa. 

Kehadiran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mempunyai mandat untuk menjalankan NAWACITA Jokowi-JK, khususnya NAWACITA Ketiga yaitu “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa.” Salah satu agenda besarnya adalah mengawal implementasi UU No 6/2014 tentang Desa secara sistematis, konsisten dan berkelanjutan dengan fasilitasi, supervisi dan pendampingan. Pendampingan desa itu bukan hanya sekedar menjalankan amanat UU Desa, tetapi juga modalitas penting untuk mengawal perubahan desa untuk mewujudkan desa yang mandiri dan inovatif.

Harapan kami, dari hari ke hari desa inovatif semakin tumbuh berkembang dengan baik, antara lain karena pendampingan, baik yang dilakukan oleh institusi pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan maupun Lembaga Swadaya Masyarakat.


Silahkan disimak video "Pengelolaan Dana Desa" di bawah ini sebagai pintu masuk materi Akademi Desa 4.0 Pengembangan Ekonomi Desa (BUMDes)

Pokok Bahasan

Pokok Bahasan

  • Pemetaan Potensi
  • Penggalian basic need masyarakat
  • Perencanaan Usaha
  • Bisnis model canvas

Pokok Bahasan

  • Penerapan Mindset bisnis BUMDes
  • Penerapan ide bisnis BUMDes
  • Kerjasama pengembangan BUMDes